Menko Pangan Zulhas Klaim Harga Pangan Masih Terkendali
TOTALINDONESIA.COM, JAKARTA – Pemerintah mulai bergerak cepat menahan gejolak harga pangan yang perlahan merangkak naik di sejumlah daerah. Fokus utama diarahkan pada komoditas telur ayam ras dan minyak goreng yang dinilai berpotensi menekan daya beli masyarakat sekaligus memukul pelaku usaha di sektor hulu.
Langkah stabilisasi itu ditunjukkan melalui inspeksi mendadak yang dilakukan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan ke Pasar Palmerah, Rabu (13/5/2026). Dalam sidak tersebut, ia didampingi Menteri Perdagangan Budi Santoso serta jajaran Perum Bulog untuk memastikan kondisi stok pangan nasional.
“Pangan itu aman. Kita bergerak cepat bersama Mendag mengecek langsung kondisi di lapangan,” ujar Zulhas, sapaan Zulkifli Hasan.
Di tingkat konsumen, harga telur ayam ras masih berada di kisaran harga acuan pemerintah, yakni sekitar Rp 27.000 per kilogram. Namun, tekanan justru mulai terasa di tingkat peternak. Harga jual telur di kandang dilaporkan turun hingga Rp 22.500 per kilogram atau berada di bawah harga acuan pembelian produsen sebesar Rp 26.500 per kilogram.
Situasi tersebut diperburuk oleh tingginya harga jagung pakan yang mendorong kenaikan biaya produksi. Pemerintah menilai kondisi itu dapat mengganggu keberlanjutan usaha peternak apabila tidak segera diintervensi.
Sebagai langkah cepat, Pemerintah meminta Badan Gizi Nasional meningkatkan penyerapan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Zulhas, program tersebut dapat menjadi instrumen untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memberi kepastian pasar bagi peternak ayam petelur.
“Kalau BGN dua hari saja menggunakan telur, itu berarti sekitar 48 juta butir telur terserap dalam sekali belanja,” kata dia.
Selain memperbesar serapan telur, Pemerintah juga meminta Perum Bulog segera menyalurkan Cadangan Jagung Pemerintah ke sentra-sentra peternakan ayam petelur. Langkah itu ditempuh untuk menekan harga pakan yang selama ini menjadi komponen biaya terbesar dalam produksi telur.
Distribusi jagung dari daerah surplus menuju kawasan peternakan juga mulai didorong melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Pemerintah berupaya menjaga agar rantai pasok bahan baku pakan tetap lancar sehingga tekanan biaya di tingkat peternak dapat berkurang.
Tidak hanya telur, Pemerintah juga menyoroti distribusi Minyakita di kawasan Indonesia timur. Harga minyak goreng rakyat tersebut masih ditemukan berada di atas harga eceran tertinggi (HET), terutama di wilayah Maluku dan Papua akibat tingginya ongkos distribusi.
Pemerintah meminta Perum Bulog memperkuat pasokan ke wilayah-wilayah tersebut dengan dukungan subsidi transportasi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
“Saya sudah minta agar segera disuplai ke daerah-daerah, termasuk Papua dan Maluku. Nanti juga dibantu subsidi transportasi supaya harga bisa ditekan,” ujar Zulhas.
Pemerintah menegaskan stabilitas pangan akan terus dijaga dari sisi produksi hingga distribusi. Upaya itu dilakukan untuk memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat tanpa mengorbankan petani maupun peternak sebagai produsen pangan nasional.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional yang dikelola Bank Indonesia per Kamis (14/5/2026), harga beras kualitas bawah I tercatat Rp 16.050 per kilogram dan kualitas bawah II Rp 15.550 per kilogram. Sementara beras medium I mencapai Rp 17.600 per kilogram dan medium II Rp 17.100 per kilogram.
Adapun harga beras kualitas super I tercatat Rp 19.400 per kilogram dan super II Rp 18.650 per kilogram. Untuk minyak goreng curah berada di angka Rp 21.900 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I Rp 25.950 per liter, dan kemasan bermerek II Rp 23.800 per liter. Sementara harga telur ayam ras segar tercatat sekitar Rp 30.750 per kilogram.






Tinggalkan Balasan